Posted by: renivovre on: 7 May 2009
dah lama gak nulis ya.. masi menunggu laptopku dibenerin nih,,, terus skarang dah jaman orang UAS makanya dijarangin dulu postingannya,
kalo libur nanti insyaAlah mo bikin banyak tuisan dan Desain baju/ gambar2 lain!! maksimalin funsi otak kanan lah.. kepala mulai gak seimbang nigh…
Ya Allah kuat kan aku menghadapi yan penuh ujian ini..
Kekejian yang dilakukan tentara-tentara Zionis Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza sudah di luar batas perikemanusiaan. Tentara-tentara Zionis itu bukan hanya membantai warga Gaza dengan bom-bom dan tank-tanknya, tapi juga menggunakan anjing-anjing buas untuk meneror warga Gaza.
Kayed Abu Aukal, seorang dokter emergency di Gaza tidak tahu lagi kata-kata apalagi yang bisa digunakan untuk menggambarkan kekejian tentara-tentara Zionis itu. “Oh, Tuhan! Saya tidak pernah melihat pemandangan yang mengerikan seperti ini,” cuma itu kata-kata yang terlontar dari mulut Dokter Aukal melihat kondisi jenazah Shahd, seorang balita Palestina yang berusia 4 tahun.
Shahd sedang bermain di belakang rumahnya di kamp pengungsi Jabalita, utara Jalur Gaza ketika sebuah bom Israel jatuh di belakang rumah itu. Shahd yang masih balita itu pun gugur syahid. Orang tua Shahd mencoba menyelamatkan puterinya yang sudah bersimbah darah itu, tapi ketika mereka mencoba mengambil jasad Shahd, tentara-tentara Zionis menembaki mereka dari kejauhan.
Selama lima hari jasad Shahd tidak terurus dan tergelak di tanah, sampai akhirnya tentara-tentara Zionis melepaskan beberapa ekor anjing yang langsung mengoyak jasad Shahd yang sudah tak bernyawa. “Anjing-anjing itu menyisakan satu bagian tubuh dari bayi yang malang itu dalam kondisi utuh,” kata Dokter Aukal sambil meneteskan airmata.
“Kami sudah melihat pemandangan yang sangat memilukan selama 18 hari ini. Kami mengambil tubuh anak-anak yang terbakar atau terpisah-pisah, tapi kami belum pernah melihat hal yang seperti ini,” sambungnya.
Melihat jenazah adik perempuannya yang masih balita menjadi santapan anjing-anjing tentara Israel, saudara laki-laki Shahd bernama Matar dan sepupunya bernama Muhammad, nekad mendekati jenazah Shahd, tapi keduanya ditembaki tentara-tentara Zionis hingga gugur syahid.
Tetangga keluarga Shahd, Omran Zayda mengungkapkan, tentara-tentara Zionis Israel itu sengaja melakukan kekejaman itu. “Mereka (pasukan Zionis) mencegah keluarga Shahd yang ingin mengambil jenazahnya, dan mereka tahu anjing-anjing itu akan memakan jenazah Shahd,” ujar Zayda.
“Tentara-tentara Israel itu bukan hanya membunuh anak-anak kami, mereka juga dengan sengaja melakukan cara-cara yang kejam dan tidak berperikemanusiaan. Kalian tiak akan pernah bisa membayangkan apa yang dilukan anjing-anjing itu terhadap tubuh Shahd,” tukas Zayda sambil menahan cucuran air matanya.
Sejumlah warga Palestina mengungkapkan, banyak warga mereka yang mengalami hal yang sama dengan Shahd. Di Jabaliya, tentara-tentara Israel menembaki keluarga Abd Rabu yang sedang memakamkan anggota keluarga yang menjadi korban serangan Israel. Tembakan membuat orang-orang yang ingin memakamkan berlarian mencari perlindungan
Bukan cuma menembaki, tentara-tentara Zionis yang biadab itu kemudian melepaskan beberapa ekor anjing ke arah jenazah-jenazah yang belum sempat dimakamkan. “Apa yang terjadi kemudian sangat mengerikan dan tidak bisa dibayangkan,” kata Saad Abd Rabu.
“Anak-anak lelaki kami meninggal di depan mata kami dan kami dihalang-halangi untuk menguburkan jenazahnya. Lalu tentara-tentara Israel itu melepaskan beberapa ekor anjing ke dekat jenazah itu, seakan-akan kekejaman yang sudah mereka lakukan pada kami belum cukup,” tutur Abd Rabu tak kuasa menahan tangisnya. (ln/iol)
SUMBER: Eramuslim.com 14/01/09
Ya Allah, ampunilah hamba2-Mu yang sering mengeluhkan sedikit kerikil kehidupan ini, sesungguhnya hamba sedang berusaha untuk menjadi makhluk yang lebih bersyukur atas banyak nikmat yang Engkau berikan.
berikanlah saudara2 muslim di palestina mendapat surga terbaik di sisi-Mu ya Rabbul Izzati.
Amiin.
“reniyangsedangbadmoodsedangberusahamemperbaikimooddanperbanyaksyukur”
Posted by: renivovre on: 13 January 2009
lagi ngerasain, kok orang tuh bisa deket atau bertemen sama aku kalo lagi susah ya… kalo udah dapet kebahagiaan sendiri, aku ditinggal/ dilupain, tragis banget sih.
istilahnya orang yang paling cocok untuk di TKB in lah,,,, atau ban serep????
kadang heran aja digituin,, aneh banget. emang gw kenapa sih? apa sih yang bikin hal seperti ini sering terjadi? trus udah gitu sering di TKB innya kalo aku juga lagi hectic juga…
sampe sekarang sih masih berfikir (dan InsyaAllah) akan terus berazam di hati akan ini.
“sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya”
InsyaAllah hadst ini akan terus ada dalam hati. apapun lah kata orang, walo kadang capekk…
berasa tong sampah aja.
yasuwlah, capek juga ngeluh2, siapa juga yang mau peduli aku kecuali keluargaku… I LoVe My Dad, My Mom, and My Brothers…
Posted by: renivovre on: 7 January 2009
Rudal menghantam menghancurkan rumahmu
Memporakporandakan kotamu
Mencabik tubuhmu
Melepaskan jiwamu dari ragamu
Meninggalkan keluargamu
Yang tersisa hanyalah harum
Harum syurga Allah menanti dirimu
Ceritakan kepadaku tentang kepahlawanan dirimu ketika kakiku mencapai Syurga nanti..
Untuk para syahid-syahidah yang pergi saat agresi israel yang entah kapan bisa dihentikan,
Umat muslim di dunia mengutuk kekejaman Israel!!
Posted by: renivovre on: 7 January 2009
Dah lama gak nulis yah,,, entahlah akhir-akhir ini minat membaca dan menulis menurun drastic. Sedang berupaya menumbuhkan kembali. Postingan ini adalah hasil tulisan beberapa jam lalu…
Semoga bermanfaat.. .
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak?
P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang?lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh? wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana? kalo ada pasti saya pasang
P : Sudah?saya tilang saja?kamu tau gak banyak mobil curian sekarang? (dengan nada keras !! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!
P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya?Saya mau yg warna BIRU aja
P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?
P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU? Dulu kamu bisa minta form BIRU? tapi sekarang ini kamu Gak bisa? Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)
Dalam hati saya ?berani betul sopir taksi ini ?
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU? Bapak kan yang gak mau ngasih
P : Kamu jangan macam-macam yah? saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh? kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)
Wah ? wah hebat betul nih sopir ?. berani, cerdas dan trendy ? (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan ?shoot pertama? (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )
P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)
lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop : Gak sama saya pak?. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)
P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata ?nih kamu bayar sekarang ke BRI ? lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu?..
S : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak?
Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, ?Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya … mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.
Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, ? ?Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.? ?Untung saya paham macam2 surat tilang.?
Tambahnya, ?Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI?. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!?
Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:
SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.
Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang.. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai
tilang..
SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.
You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.
beritahukan teman, saudara sama keluarga Anda.
Berantas korupsi dari sekarang…
sumber: milis anggota Batalyon I/ITB
Posted by: renivovre on: 7 January 2009
Orang yang paling aku cinta di dunia adalah bapakku, karena dia satu-satunya orang tuaku yang masih hidup, aku juga sangat mencintai ibuku sama besarnya seperti aku mencintai bapakku.
Ayahku adalah pahlawan kehidupanku, terutama setelah ibuku meninggal pada saat aku kelas satu SMP. Beliau merawat dan menjaga sendiri ketiga anaknya yang saat itu sedang beranjak dewasa. Bapak sangat sabar dan telaten dalam merawat anaknya, sangat perhatian, sabar, dan penuh kasih sayang. Jarang sekali Bapak memarahi kami, kecuali ketika perbuatan yang kami lakukan sudah terlewat dari aturan yang ditetapkannya. Untuk mengetahui keadaan kami setiap hari Bapak menerapkan peraturan makan pagi dan makan malam harus bareng-bareng, disanalah kami biasa bercerita tentang keadaan hari itu, terkadang sebelum makan malam, bapak sepulang kerja memerintahkan kami anak-anaknya untuk masak bersama dan mengerjakan bebagai pekerjaan rumah tangga lainnya, disitulah rasa kebersamaan kami sekeluarga terjalin. Padahal kami tahu bahwa sepulang kerjapasti sangat penat dan jenuh, apalagi kalo liat rumah masih berantakan, hehehe.
Bapak adalah sosok laki-laki yang mencintai keluarga, sering sekali Bapak menyampingkan kebutuhan pribadinya untuk kepentingan keluarga. Beliau rela berkorban banyak asal anak-anaknya bisa hidup lebih baik dari dirinya. Oia, waktu SMP dulu Bapak juga lho yang dengan sabar mengajari aku memasak. Setelah beban menjadi kepala sekaligus ibu rumah tangga ada di pundak bapak, beliau mengemban tugas itu dengan baik, coba bayangkan sepulang kerja beliau terkadang masih harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau mengotrol kami mengerjakannya, terkadang juga beliau menyempatkan diri untuk memasak kalo aku tidak ada di rumah. Jadi sekarang ini aku berazam dalam hatiku bahwa kalo setiap aku di rumah Bapak harus bebas tugas dari pekerjaan rumah tangga. Maklum, anak bapak yang perempuan hanya aku saja, sudah begitu aku merantau pula kuliah di kota lain. Puang keruamha pun paling hanya 1 bulan 1 kali ituoun belum tentu. Disamping makin banyaknya kesibukan di kampus, makin jarang pulanglah aku. Jadi tiap ke rumah, aku manfaatin banget untuk birrul walidain sama bapakku.
Bapak adalah salah sorang motivator dalam hidup aku, keinginan hidu lebih baik selalu disampaikan Bapak kepada anak-anaknya, beliau mengajarkan kami untuk berdisiplin dalam hidup ini, namun kadang kami anak-anaknya terlalu santai. Bangun pagi gak boleh lebih dari jam 6 pagi, kalo belum bangun silakan saja Bapak akan mengganggu tidur kami dengn gedoran pintu serta teriakan di kuping kami, pernah juga sih sampe diguyur. Bapak juga yang selau mengajarkan kami untuk tidak antipati terhadap lingkungan sekitar baik tetangga, saudara, atau pun orang yang tidak dikenal sekalipun, harus selalu waspada dan peka terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar. Bapak sangat suka berkawan dan Bapak juga memiliki selera humor yang oke lho,, walopun banyak kesulitan menimpa dirinya, beliau tetap berusaha sabar dan mengurai masalah-masalah untuk segera diselesaikan. Bapak juga yang mengajarkan untuk bersikap solutuf pada masalah yang terjadi. Bapak juga merencanakan kehidupan apa yang seperti apa yang beliau inginkan, psssttt bapak juga sudah menyiapkan criteria calon suami aku lho (yang aku sendiri belum memikirkannya secara mendetail). Dan bapak sangat ngin anak-anaknya mndapat pendidikan yang baik secara akademik, mora, dan agama. Bapak selalu memimpin sholat berjamaah ketika kakakku, aku, dan adikku lengkap.
Wah banyak bangetlah ke-oke-an Bapakku, beliau juga pernah membina rumah tangga lagi dengan wanita setelah ibu tiada, namun sepertinya bagi bapak belum ada yang bisa mengimbangi dan menyayangi bapak seperti yang beliau harapkan. Saat ini tujuan Bapak terfokus untuk mengantarkan anak-anaknya menuju gerbang kesuksesan. Tak sanggup semua kata aku keluarkan untuk Bapakku, karena akan banyak sekali. Saat ini ya tujuanku menyenangkan hati Bapak, berprestasi dan membuat Beliau bangga karena memiliki anak seperti aku. Dan aku berharap semoga kasih sayang beliau serta pengorbanan beliau bisa memperberat amalan baik BApak untuk menghantarkan beliau ke Surga Allah, berkumpul kembali bersama Ibu dan kami anak-anaknya.
I Love You, Dad..
and never change with other man.
Posted by: renivovre on: 7 January 2009
Ini adalah satu unit saya di ITB yang masih bertahan sampai sekarang, tadinya sempat mencicip Taekwondo ITB, Kokesma ITB, PSTK ITB, MBWG ITB, PERSMA, dan HATI. Tapi yang bisa bertahan sampai sekarang Cuma menwa sama Gamais (kewajiban sih kalo ini). Gak bisa ninggalin Menwa euy,,, berat banget rasanya.. pertama kali ikut unit ini sih diajak temen SMA, kebetulan dia baru lulus diklatsar Menwa, trus tiap ngobrol selalu negomongin Menwa, trus ditantang masuk Batalyon I/ITB, coba2 eh ternyata susah untuk keluar lagi… dan banyak banget hal yang aku dapatkan dari sini. Mantabh lah pokoknya baik yang susah maupun yang sanagt menyenangkan, pembelajaran hidup yang cukup lengkap.
oke, langsung aja kamu baca!
pembentukan Batalyon I/ITB
Batalyon I/ITB Resimen MAhasiswa Mahawarman merupakan menwa tertua dan pelopor bagi berdirnya Menwa di tanah air, yang didirikan pada tanggal 20 maret 1965 berdasrkan surat keputusan Gubernur jawabarat No. KPTS 02/I/A/VIII/1965 dan keputusan menko HAnkam/Kasab No. M/B/86/64. Dengn Komandan pertama Harjanto Dhanutirto (yang saat ini menjabat sebagi ketua Majelis Wali Amanat ITB). Cikal bakalnya dimulai dari 450 orang, batalyon wala ini (tebentuk pada 13 Juni 1959) dibentuk untuk menghadapi pemberontakan DI/TII KArtosuwiryo di Jawa Barat. Berdasarkan surat keputusan Menko Hankam/Kasab dan Mentri PTIP tahun 1962 wala diubah menjadi Resimen Mahasiswa Serbaguna yang dipersiapkan untuk menghadapi pembebasan Irian Barat dan konfrontasi denagn Malaysia. Kemudian Pada tahun 1965 berubah nama menjadi Resimen Mahasiswa Mahawarman.
BAtalyon I/ITB di masa perang
Pada masa G30S/PKI, keberadaan resimen Mahasiswa Khususnya Batalyon I/ITB sangat efektif untuk menumpas sisa-sisa PKI. Salah satu peristiwa yang selalu diingat oleh seluruh anggota Batalyon I/ITB adalah peristiwa 19 Agustus 1966 yaitu ketika dua kompi batalyon I/ITB dengan senjata lengkap, menghadapi massa yang mengamuk dan menamakan dirinya “barisan sukarno”, yang terang-terangn ingin memberangus kampus ITB, pada peristiwa ini gugur seorang anggota Resimen Mahasiswa. Atas peristiwa ini Batalyon I?ITB mendapatkan cincin kehormatan yang langsung disematkan oleh pangdam siliwangi pada saat itu (Mayjen TNI H.R. Darsono) ke tunggul Batalyon I/ITB. Pada upacara tersebut Rektor ITB menyematkan rumbai berwarna merah pada tunggul sebagai tanda terimakasih almamater kepada Batalyon I/ITB.
Pada saat terjadi pendudukan kampus pada peristiwa NKK BKK tahun 1978, Rektor ITB yang ketika itu diwakilkan kepada Pak Wiranto Arismunandar maminta Batalyon I/ITB lewat surat perintah Rektor ITB No. 006/Rek/78 memnita untuk melaksanakan normalisasi kampus serta mengambil alih kampus secara halus dari tanan militer, serta melakukan pengamanan terhadap seluruh fasilitas kampus, serta membimbing mahasiswa baru memasuki kehidupan kampus.
Batalyon I/ITB saat ini
Pada saat ini batalyon I/ITB tidak lagi mengalami manghadapi ancaman dalam bentuk fisik dan kekuatan senjata. Pada masa ini pemerintah juga sepertinay tidak ingin melibatkan menwa dalam konflik besenjata selain sebagai rakyat terlatih yang secara tidak langsung menjaga stabilitas diamnapun kita berada tanpa melalui kekuatan senjata, melainkan dengan perilaku dan tindakan kita. Pada masa sekarang justru yang banyak terjadi adalah konflik horizontal antar kelompok masyarakat yang berbau SARA.
Visi yang dianut oleh Batalyon I/ITB harus berfungsi sebagai “Resimen Tempur” namun dalam kondisi damai (stabil) Batalyon I/ITB harus berfungsi sebagi “Resiman Pendidikan.”
Visi ini yang sekarang ini menjadi pegangan bagi pembinaan di Batalyon I/ITB, istilah resimen pendidikan berarti Resiemn Mahasiswa sebagai wadah dalam belajar tentang bela Negara, nilai-nilai keprajuritan , latihan jadi pengikut, latihan kepemimpinan, dan tempat pengembangan organisasi bagi tiap anggotanya. Batalyon I/ITB juga berperan sebagai “Pengawal Almamater” yaitu berfungsi untuk membantu kelancaran terselenggaranya program perguruan tinggi sesuai dengan tridharma perguruan tinggi, dan membantu acara-acara yang dilakukan oleh ITB, seperti Penerimaan Mahasiswa Baru, Pameran, Pasar Seni ITB, Wisuda, dan Dies Natalis.
Batalyon I/ITB juga mengadakan seminar-seminar dengan topic-topik yang sedang hangat di kalangan mahasiswa ITB, seperti Seminar dan Pameran Teknologi Hankam (SPTH), Seminar Entrepreneurship and Leadership, Peta Bakat, dan kegiatan umum lainnya. Serta Menwa juga ambil bagian dalam acara Bakti Sosial dan Bantuan Korban Bencana Alam.
Saat ini jumlah anggota sudah semakin meningkat dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, hal ini tercipata karena semakin dikenalnya Menwa di kalanagn mahasiswa serta berkurangnya antipati mahasiswa terhadap militer. Bahkan sekarang semakin sering terdengar mahasiswa ITB yang ingin melanjutkan jadi perwira karir.
Resimen Mahasiswa yang dulunya adalah Komponen cadangan Nasional sekarang menjadi Komponen Pendukung pertahanan nasional, sebagaimana termaktub dalam UU No.3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan dalam Buku Putih Departemen Pertahanan.
Tidak semua Unibersitas memiliki Menwa, saat ini di ITB Menwa dipertahankan sebagai salah satu unit. Para anggota Menwa di setiap kampus membentuk satuan, yang disebut Satuan. Sebagai salah satu unit kegiatan kemahasiswaan, komandan satuan melapor langsung kepada rektor/pimpinan perguruan tinggi.
Resimen Mahasiswa mampunyai janji yang harus diletakkan dalam hati serta direalisaikan dalam bentuk karya nyata di kehidupan para anggota, janji tersebut adalah Panca Dharma Satya yang berbunyi sebagi berikut:
Panca Dharma Satya
Resimen Mahasiswa Indonesia
SEMBOYAN
“Widya Castrena Dharmasiddha”
“Penyempurnaan pengabdian dengan menggunakan ilmu pengetahuan
dan ilmu keprajuritan “
Mahawarman ( Perisai yang Agung)
MAKNA LAMBANG
Bintang di kanan atas dihadapan burung garuda dengan sayap kanan 6 (enam) dan kiri 7 (tujuh), leher 59 dan ekor enam dengan warna kuning emas dan melirik ke sebelah kanan.
Di tengah-tengah di depan burung garuda terdapat simbul silang senjata pena dalam genggaman burung garuda dengan warna putih.
Pita yang melandasi dengan warna putih dengan tulisan ditengah warna merah
“ Widya Castrena Dharma Siddha”.
Perisai yang menjadi alas warna hitam.
Bintang di kanan berarti cita-cita yang luhur, baik dan benar.
MAKNA SEMBILAN UNSUR LAMBANG
Perisai Segilima
Menggambarkan keteguhan sikap
Padi dan Kapas
Menggambarkan dasar bernegara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.
Bintang , Sayap Burung , Jangkar dan Lambang Polri
Resimen Mahasiswa berada di bawah naungan ketiga unsur angkatan dan Polri
Pena dan Senjata
Di dalam pengabdiannya, wira melakukan keselarasan antara ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan.
Buku Tulis
Tugas pokok setiap wira adalah mengembangkan ilmu pengetahuan, di samping melaksanakan tugas-tugas kemenwaan.
Semboyan : Widya Castrena Dharmasiddha
Di tiap provinsi di Indonesia, ada struktur yang memiliki mewadahi satuan-satuan di bawahnya, setiap provinsi dengan nama yang khas, yaitu :
} Indra Pahlawan di Riau
} Jayakarta di Daerah Khusus Ibukota Jakarta
} Mahabanten di Banten
} Mahadarma di Timor Timur (belum dibubarkan hingga 10-Oktober-2004)
} Mahadwiyudha di Bengkulu
} Mahadana di Nusa Tenggara Timur
} Mahadasa di Daerah Istimewa Aceh
} Mahadipa di Jawa Tengah
} Mahajani Nusa Tenggara Barat
} Mahakarta Daerah Istimewa Yogyakarta
} Mahaleo di Sulawesi Tenggara
} Mahamaku di Ambon
} Mahanata di Kalimantan Selatan
} Mahapura di Kalimantan Barat
} Maharatan di Lampung
} Maharuyung di Sumatera Barat
} Mahasamrat di Sulawesi Utara
} Mahasena di Bali
} Mahasurya di Jawa Timur
} Mahatara di Sumatera Utara
} Mahawarman di Jawa Barat
} Mahawijaya di Sumatera Selatan
} Mahawasih di Irian Jaya
} Mulawarman di Kalimantan Timur
} Pawana Cakti di Sulawesi Tengah
} Sultan Thaha di Jambi
} Wolter Monginsidi di Sulawesi Selatan
Untuk di Mahawarman (Jawa Barat) sendiri satuan-satuan yang ada diantaranya:
BATALYON I : ITB
BATALYON II : UNPAD
BATALYON III : UNPAR
BATALYON IV : (GABUNGAN UNIVERSITAS SWASTA)
TERDIRI DARI :
KOMPI A : UNIVERSITAS MARANATHA
KOMPI B : UNISBA
KOMPI C : UNINUS
KOMPI D : STHB
KOMPI E : UNPAS
KOMPI F : UNLA
KOMPI G : STHB
BATALYON V : TIDAK AKTIF
BATALYON VI : (GABUNGAN SEKOLAH-SEKOLAH TINGGI)
TERDIRI DARI :
KOMPI STT TEKSTIL
KOMPI STIE YPKP
KOMPI STMIK BANDUNG
KOMPI STMIK AMIK BANDUNG
BATALYON VII : SURYA KENCANA
TERDIRI DARI :
KOMPI A : IPB
KOMPI B : UNIVERSITAS IBNU KHALDUN
KOMPI C : UNIVERSITAS PAKUAN
KOMPI D : UNIVERSITAS JUANDA
BATALYON VIII : (GABUNGAN DARI UNIVERSITAS SWASTA)
TERDIRI DARI :
KOMPI IKOPIN
KOMPI UNWIM
KOMPI UNSIL
BATALYON IX : BANTEN
BATALYON X : CIREBON
BATALYON XI : UPI
BATALYON XII : IPDN
KOMPI-KOMPI BS (BERDIRI SENDIRI) :
TERDIRI DARI :KOMPI BS IAIN SUNAN GUNUNG DJATI
KOMPI BS STKS
KOMPI BS UNJANI
Berdasarkan Buku Putih Dep. Han. Tahun 2003, keterangan mengenai jumlah anggota Menwa adalah sebagai berikut :
“…juga terdapat unsur Mahasiswa dan Alumni Mahasiswa yang sudah mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran yang tersusun dalam organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) dan Alumni Menwa. Hingga saat ini jumlah Menwa dan Alumni Menwa masing-masing sekitar 25.000 orang dan 62.000 orang.”
Untuk menjadi anggota Resimen Mahasiswa diperlukan persyaratan sebagai berikut :
1) Warga Negara Republik Indonesia
2) Sehat yang dinyatakan dengan keterangan dokter untuk mengikuti Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa.
3) Berkelakuan baik yang dinyatakan secara tertulis dari Polri setempat
4) Persetujuan Pimpinan Perguruan Tinggi yang bersangkutan
5) Pernyataan sukarela dan kesanggupan aktif minimal 2 tahun dalam Resimen Mahasiswa
6) Pernyataan ijin orang tua atau wali bagi yang berumur dibawah 21 tahun.
Ketika dibagi berdasarkan lokasi dan intensitas latihan, kegiatan Menwa dapat dibagi menjadi kegiatan outdoor dan class, serta rutin dan insidental (secara berurutan).
Pola pendidikan Menwa diadakan secara bertahap, bertingkat dan berjenjang. Pada dasarnya kegiatan-kegiatan tersebut (dapat disesuaikan dengan kebutuhan/keadaan satuan) adalah :
1. Pendidikan dan Pelatihan Dasar Militer
2. Pembinaan Kompi Remaja (Binkija)
3. Kursus Pelatih
4. Kursus Dinas Staf
Kegiatan Menwa dan kegiatan Akademik tidak saling bertentangan, hal ini karena tugas utama seorang mahasiswa adalah belajar sesuai dengan bidang keahliannya. Nilai-nilai pendidikan yang didapat dalam pendidikan Menwa seperti disiplin waktu dan correct jika diimplementasikan dalam kehidupan nyata akan memberikan dampak positif. Lebih jauh lagi, semua manfaat yang didapat dari kegiatan Menwa bisa menjadi soft skills yang diperlukan seorang mahasiswa setelah mereka lulus dari kampus masing-masing dan menjalani pekerjaan/mata pencaharian.
Sudah banyak alumni yang membuktikan bahwa menjadi anggota Menwa yang aktif dapat menjadi salah satu aset kehidupan kelak. Alumni Batalyon I/ITB antara lain Harjanto Dhanutirto (ketua MWA ITB), Aifin Panigoro (Founder MEDCO), Akhmad Bukhari Saleh (MEDCO), Budiono Kartohadiprojo (Direktur GATRA dan beberapa perusahaan), Fadel Muhammad (Gubernur Provinsi Gorontalo), Priyo Pribadi S.(Direktur Asosiasi Pertambangan Indonesia), Yunus Sitomorang (calon legislatif), dan masih banyak lainnya yang kalo saya sebutkan satu-satu bakalan menuh-menuhin tulisan ini.
Untuk saya sendiri saat ini saya telah lulus dalam jenjang pendidikan yang disebutkan diatas dan sekarang sedang menbuat Dinas Staf dan Kursus Pelatih untuk angkatan yang lebih muda. Kegiatan lain yang pernah saya ikuti adalah Operasi Menembak di Paskas, PAM Wisuda, PAM Penerimaan Mahasiswa Baru, PAM SPMB, Menjadi instruktur anak-anak Sekolah Alam Bandung, Mengikuti Temu Alumni di Selabintana, Mengadakan Seminar Peta Bakat, Seminar Entrepreneurship and Leadership, Donor Darah dalam rangka ulang tahun Batalyon I/ITB serta menjadi delegasi Batalyon I/ITB memenuhi undangan Palapes Universiti Malaya di Malaysia dalam rangka Pentauliahan Pegawai Palapes ke 28, menjadi pelatih Diklatsar 2008, mengikuti Plant Tour ke Pabrik Gula Rajawali, Pupuk Kujang, dan Pabrik kertas Pindo Deli mengadakan operasi Rajawali. Selain itu juga banyak acara non formil yang diadakan oleh Batalyon I/ITB seperti malam komando, dan acara lainnya.
Walo kadang banyak teman yang memeprtnayakan apakah tidak bosan atau lelah ada di batalyon? Dan dengan mayoritas anggota yang laki-laki itu mengapa bisa saya merasa nyaman? Hahaha, mungkin karena saya sudah terbiasa berada di lingkungan cowok di jurusan ato juga di rumah. Lagipula kalo diliat track record dari sd-sma emang banyak juga temen cowok. Kadang rasa lelah pasti ada, tapi tetap berfikiran positif aja bahwa di balik kesusahan pasti ada kemudahan. Dan lagipula banyak hal menarik dan baru yang saya dapatkan dari Batayon I/ITB yang tidak saya temukan di organisasi lainnya yang saya ikuti.
Sampai saat ini manfaat yang saya rasakan secara langsung adalah tentang masalah keorganisasian Menwa yang baik dan teratur serta fasilitas yang saya dapatkan disana (pragmatis). Batalyon I/ITB sebagai unit memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan baik, contohnya secretariat unit yang strategis, memadai dan dilengkapi telepon, beberapa set computer yang bisa digunakan, motor dan mobil, peralatan latihan yang memadai untuk latihan outdor dan indoor, jaringan korps di seluruh Indonesia dan jaringan Alumni sejak tahun 1950-an. Memang Batalyon tidak punya segalanya, namun bisa dibilang fasilitas yang diberikan cukup lengkap bagi anggota dibandingkan dengan unit lain.
Selain itu saya juga dapat melihat sisi lain dari kemahasiswaan kampus,, yang saya katakana disini adalah yang mengadopsi sistem pendidikan militer yang notabene jarang disentuh oleh organisasi mahasiswa lainnya. Peran saya sebagai Kasie Administrasi dan Personalia juga memberikan saya pelajaran tentang dinamika watak manusia dan bagaimana cara menghadapinya. Dan juga saya jadi pemikiran orang-orang yang berbeda-beda didalam Batalyon I/ITB. Selain itu dengan slogan “Never Crack Under Pressure” yang benar-benar terasa pada saat saya mengalami benturan dalam hidup dan mencoba untuk berfikir positif dari benturan tersebut. Dan tak lupa keterampilan lapangan seperti PBB, Menembak, kedinasan staf, kepelatihan, cara mengeterr, Menyetir Mobil (walopun belum lancar), tali-temali, kesehatan lapangan, survey, cara menyelenggarakan kegiatan lapangan, dan yang lainnya. Itu semua yang bisa saya dapat hanya di Batalyon I/ITB.
Gimana, tertarik untuk masuk Batalyon I/ITB untuk belajar dan berkarya?
Langsung aja main ke Mako Batalyon I/ITB di samping GSG!!
Posted by: renivovre on: 13 December 2008
sebenta lagi uas dan uas, huah cepat ekali waktu berganti, banyak banget yang harus diuang untuk dipelaajarin, diapalin, dicoba lagi perhitungannya.
aku pengen jadi penemu paduan logam baru yang berguna untuk kehidupan, untuk umat islam dan bangsa Indonesia tentunya,,,
Posted by: renivovre on: 10 December 2008
kejadian sepekan kemaren, banyak dapat hikmahnya,,, ntar aku cerita deh disini..
tunggu tanggal terbitnya!!!
Posted by: renivovre on: 1 December 2008
…… menag adalah mengalahkan kekalahan, mencoba usaha yang maksimal untuk membela kebenaran, untuk memberikan hasil terbaik, untuk diri dan umat,,
jangan menjadi lilin di kegelapan, karena kamu akan membakar dirimu, tapi jadilah bintang , yang selalu menerangi,,,
tapi tidak sendiri
untuk para penguin “G”
Panji, Adi, Time, Rosi,
Hmmmm, cuma 4 yah? bikannya lima?